Senin, 26 April 2010

RENUNGAN KELULUSAN

Sore itu saya perjalanan pulang dari Solo melintas di jalan raya Tawangmangu.Terbelalak mata ini saat menyaksikan ratusan anak laki - laki dan perempuan berseragam abu - abu putih dengan penuh coretan di bajunya dan cat di muka dan rambutnya.Ada juga yang bajunya di bikin compang - camping.Mereka memenuhi jalan dan berjoget.Tidak ada satupun kendaraan yang bisa melintas. Sesaat kemudian satu mobil Polisi patroli datang membubarkanya.Seketika semburat lari tunggang langgang, ada yang sempoyongan, kebingungan, lbih menggelikan sekaligus memprihatinkan saat ada anak perempuan yang kebingngan saat di tinggal temanya dan seketika loncat naik di sepeda orang untuk segera dibawa lari agar terhindar dari kejaran polisi. Sesaat kemudian Polisi menemukan dan menyita beberapa botol Miras.Ealah nampaknya para siswa tersebut selain merayakan kelulusanya dengan konvoi dan joget di tengah jalan juga merayakan dengan pesta MIRAS. Dalam hati menggumam "Astaghfirulloh...subhanalloh..." Apa yang terlintas di benak mereka saat itu...
Ya..Alloh..inikah hasil dari sebuah proses pendidikan yang hanya mengukur keberhasilan dengan Angka DANEM hasil dari UASBN/UN atau apapun namanya. Hal ini mungkin perlu di evaluasi dan di pertimbangkan ulang tentang efektif tidaknya, serta dampak negatif dari UASBN. Tidak banyak juga lo..untuk mengejar kelulusan yang menurut mereka sangat menghantui itu dengan jalan melakukan upaya..pergi ke dukun, ke tempat keramat, mencari bocoran dll. Maka kesimpulan yang ada di benak saya " HANCURLAH KARAKTER MEREKA " Kelak merteka akan menjadi orang yang PRAGMATIS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar