Kamis, 22 November 2012

NASEHAT UNTUK PARA ORANG TUA


MENDIDIK ANAK
                Sesungguhnya nikmat terbesar, hadiah teragung, dan pemberian yang banyak bagi manusia adalah pemberian keturunan atau anak yang sholih, berbahagia dengan mereka di dunia dan menjadikan mereka sebagai simpanan pahala setelah kematianya. Dan sesungguhnya ujian terbesar dan kekacauan yang luar biasa bagi manusia adalah ketika di karuniai keturunan, lalu dia berharap hilangnya keturunan itu, berdo’a kepada Robbnya agar menyegerakan kebinasaannya, pada saat seorang ayah di uji dengan anak yang durhaka, rusak agama dan akhlaqnya, mencemari nama baik orang tua, dan membuat mukanya merah padam karena malu, membuatnya tidak bisa tidur pada malam harinya, mengganggu tidurnya, di saat anak menjadi siksa, sebagai pengganti nikmat. ( wa iyyadubillah ).
            Pada saat persoalan mendorong seorang ayah mengangkat kedua tanganya berdo’a kepada Robbnya agar melapangkannya dari anaknya. Kondisi itu Demi Alloh adalah kondisi yang menyakitkan dan posisi yang membuat menangis (wa iyyadubillah).Karena itulah , diantara do’a orang – orang sholih, diantara do’a – do’a para hamba Arrohman adalah firman Alloh ‘azza wajalla :
والذ ين يقول ربنا........
“ Dan orang – orang yang berkata :…..
            Tidak di sangsikan lagi bahwa manusia diantara kita ingin kebaikan mengalir padanya, sedang dia berada di dalam kuburnya. Dan hal itu lewat jalur anaknya yang sholih.Di dalam hadits yang di riwayatkan oleh imam muslim, dari abu huroiroh bahwa Rasululloh bersabda :
اذا مت............
“ Apabila manusia meninggal maka putuslah…………”
            Apa jalan menuju kebaikan anak – anak dan istiqomah mereka ? Bagaimana mereka menjadi pendingin mata bagi kedua orang tuanya di dunia dan menjadi simpanan dan pahala di akhirat ?
            Sesungguhnya ada beberapa sebab yang merupakan sarana untuk memperbaiki anak – anak. Kami memaparkan sebagianya yang semoga menjadi sedikit bahan renungan untuk para orang tua yang memimpikan indahnya memiliki anak sholih.
1.    Memilih istri yang sholih / membimbing istri menjadi istri yang sholih

Sesungguhnya persoalan yang kita lakukan agar menghasilkan anak – anak yang istiqomah di atas agama Alloh yang benar adalah dengan memilih istri yang sholih. Betapa banyak para ulama’ besar, mereka bisa menjadi seperti itu karena Kehendak Alloh ‘azza wajalla melalui perantara bimbingan dan asuhan seorang ibu yang sholih. Tidak diragukan lagi bahwa seorang ibu memiliki pengaruh sangat besar terhadap prilaku, akhlaq, dan tingkah laku anak – anaknya laki – laki dan perempuan.
2.    Selalu berdo’a ketika berhubungan badan.
Diantara perkara yang membantu kebaikan anak – anak, adalah kita memelihara do’a saat berhubungan badan, yang di tunjukan oleh Nabi sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas, Rosululloh bersabda :

لَوْ اَنَّ احدكم اذا اتى اهلَهُ قال : بسم الله اللهم جنبنا الشيطانَ وجنِّبِ الشيطانَ ما رزثتنا فقضي بينهما ولد لم يضرُّهُ
“ Jika seorang dari kalian berhubungan badan dengan istrinya ia membaca do’a : “ dengan Nama Alloh, ya Alloh, jauhkanlah kami dari syaiton dan jauhkanlah syaiton atas anak yang Engkau berikan kepada kami “ , maka di berikan anak di antara  keduanya, niscaya syiton tidak bisa mengganggunya selama – lamanya. (HR.Albukhari).“
            Alangkah mudahnya pengamalan do’a tersebut, namun alangkah besarnya pengaruh do’a tersebut, karena Alloh menjaga anak kita dari serangan syaiton yang terkutuk.Namun betapa banyak diantara kaum muslimin yang meremehkan perkara tersebut.
3.    Mendidik dan mengajar anak – anak diatas bimbingan agama yang lurus

Diantara sarana memperbaiki keturunan adalah mendidik dan mengajar mereka. Di saat kita membicarakan pengajaran anak, tidak berarti cukup hanya memasukkan ke sekolah yang dianggap baik saja. Akan tetapi di mana tugasmu, wahai para bapak dalam mengajar dan mendidik anak – anak kalian.

Siapa diantara kita yang menyempatkan duduk bersama semua individu keluarganya, kendati hanya sekali seminggu ? Dia duduk bersama semua anggota keluarganya belajar padanya. Sebagian membacakan ayat dan sebagian membaca tafsirnya dan yang sebagian membacakan hadits shohih dan menjelaskanya ! atau setiap orang silih  berganti bercerita  yang memberikan pelajaran atau persoalan tertentu yang merupakan nasehat dan faedah. Mengarahkan dan mengajak anak – anaknya untuk gemar duduk di majelis ilmu, memotivasi untuk memperbanyak mempelajari ilmu agama yang syar’i.

4.    Memahami perkembangan berdasarkan tahapan usia

Diantara tahapan usia anak adalah : ajaklah anak kita saat usia tujuh tahun untuk bermain, ajarilah akhlaq di usia tujuh tahun mulai dari adab makan minum, tidur dll.Dimasa usia 7 thn hingga 12 thn adalah masa pendidikan, dan setelah itu temanilah anak – anak kita, jadikan anak – anak kita sebagai teman atau sahabat. Perhatikanlah kesulitan-kesulitanya, tujuanya,perhatikan pula tingkah lakunya dan akhlaqnya, jadikan diri kita dalam memberikan pengarahan dan nasehat seperti seorang teman yang bersama sahabatnya. Agar kita mendapatkan cintanya, maka mudahlah bagi kita untuk meluruskannya dengan izin Alloh.
5.    Memilihkan teman yang sholih

Memilihkan temnan yang baik mampun membantu anak kita atas kebaikan dan istiqomah. Sesungguhnya kita, wahai para ayah yang baik..bilamana kita titipkan anak kita kepada teman duduk yang sholih dan teman – teman majelis yang memberikan nasehat, maka ketika itu jadilah kita sebagai orang yang tenang, hidup dengan damai. Anak kita akan terpengaruh dengan kesholihan mereka, maka ia menjadi sholih dan dengan keistiqomahan mereka dia menjadi istiqomah pula atas izin Alloh. Maka benarlah orang berkata :

عنِ اْلمَرْءِ لاَ تَسَلْ فَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ * فَكُلُّ قَرِيْنٍ بِالْمُقَارِنَ يَقْتَدِيْ
“ Tentang seseorang, janganlah engkau bertanya (tentang dirinya) dan tanyakanlah teman – temanya. Karena setiap teman mengikuti (tingkah laku ) teman-temanya.

            Saya katakan kepada hadirin semua sebagai penutup, sesungguhnya kewajiban memelihara dan kewajiban seorang bapak adalah memelihara keluarganya dari api neraka, dan yang menjadi penyebab memasuki neraka. Alloh subhanahu wata’ala berfirman :
يا يها الدين امنوا قواانفسكم واهليكم نارا وقودها الناسُ والحجارةُ عليها ملئكةٌ غلاظٌ شدادٌ لاَّيَعْصُوْنَ اللهَ ما امرهم ويفعلون ما يُؤْمَرُوْنَ

“ Hai orang – orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang di perintahkanya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang di perintahkan ( At Tahrim : 6).

            Tidakkah kita menjadi semangat saat kita mendengar kabar gembira dari seorang Rosul yang mulia Muhammad solallohu ‘alaihi wassalam, Bahwa nanti di hari qiyamat seorang hamba akan mendapatkan hadiah mahkota raja yang akan di kenakan di kepalanya sedang mahkota tersebut sinarnya lebih terang dari sinarnya matahari, maka hamba tersebut bertanya “ dari mana mahkota ini ? Maka Alloh menjawab itu adalah hadiah / pemberian dari anakmu yang semasa di dunia anakmu adalah seorang yang mahir dan banyak hafalan Alqur’anya dan mampu mengamalkan isi Alqur’an tersebut. Maka berbahagialah dengan hadian tersebut…

Kita memohon kepada Alloh agar menolong kita dalam mendidik anak – anak kita, semoga Dia memberikan kita istri – istri dan keturunan yang menjadi penyejuk hati. Semoga rahmat dan kesejahteran tercurah kepada Nabi Muhammad solallohu’alaihi wassalam, keluarga dan para sahabatnya yang mulia. Aamiin..ya robbal ‘alamin.

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar