MENDIDIK ANAK
Sesungguhnya nikmat terbesar, hadiah
teragung, dan pemberian yang banyak bagi manusia adalah pemberian keturunan
atau anak yang sholih, berbahagia dengan mereka di dunia dan menjadikan mereka
sebagai simpanan pahala setelah kematianya. Dan sesungguhnya ujian terbesar dan
kekacauan yang luar biasa bagi manusia adalah ketika di karuniai keturunan,
lalu dia berharap hilangnya keturunan itu, berdo’a kepada Robbnya agar
menyegerakan kebinasaannya, pada saat seorang ayah di uji dengan anak yang
durhaka, rusak agama dan akhlaqnya, mencemari nama baik orang tua, dan membuat
mukanya merah padam karena malu, membuatnya tidak bisa tidur pada malam
harinya, mengganggu tidurnya, di saat anak menjadi siksa, sebagai pengganti
nikmat. ( wa iyyadubillah ).
Pada saat
persoalan mendorong seorang ayah mengangkat kedua tanganya berdo’a kepada
Robbnya agar melapangkannya dari anaknya. Kondisi itu Demi Alloh adalah kondisi
yang menyakitkan dan posisi yang membuat menangis (wa iyyadubillah).Karena
itulah , diantara do’a orang – orang sholih, diantara do’a – do’a para hamba Arrohman
adalah firman Alloh ‘azza wajalla :
والذ ين يقول ربنا........
“ Dan orang – orang yang
berkata :…..
Tidak di sangsikan
lagi bahwa manusia diantara kita ingin kebaikan mengalir padanya, sedang dia
berada di dalam kuburnya. Dan hal itu lewat jalur anaknya yang sholih.Di dalam
hadits yang di riwayatkan oleh imam muslim, dari abu huroiroh bahwa Rasululloh
bersabda :
اذا مت............
“ Apabila manusia
meninggal maka putuslah…………”
Apa jalan menuju
kebaikan anak – anak dan istiqomah mereka ? Bagaimana mereka menjadi pendingin
mata bagi kedua orang tuanya di dunia dan menjadi simpanan dan pahala di
akhirat ?
Sesungguhnya ada
beberapa sebab yang merupakan sarana untuk memperbaiki anak – anak. Kami
memaparkan sebagianya yang semoga menjadi sedikit bahan renungan untuk para
orang tua yang memimpikan indahnya memiliki anak sholih.
1.
Memilih istri yang sholih / membimbing istri
menjadi istri yang sholih
Sesungguhnya persoalan yang kita lakukan
agar menghasilkan anak – anak yang istiqomah di atas agama Alloh yang benar
adalah dengan memilih istri yang sholih. Betapa banyak para ulama’ besar,
mereka bisa menjadi seperti itu karena Kehendak Alloh ‘azza wajalla melalui perantara
bimbingan dan asuhan seorang ibu yang sholih. Tidak diragukan lagi bahwa
seorang ibu memiliki pengaruh sangat besar terhadap prilaku, akhlaq, dan
tingkah laku anak – anaknya laki – laki dan perempuan.
2.
Selalu berdo’a ketika berhubungan badan.
Diantara perkara yang membantu kebaikan
anak – anak, adalah kita memelihara do’a saat berhubungan badan, yang di
tunjukan oleh Nabi sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas, Rosululloh bersabda :
لَوْ اَنَّ احدكم اذا اتى اهلَهُ قال : بسم الله اللهم جنبنا الشيطانَ
وجنِّبِ الشيطانَ ما رزثتنا فقضي بينهما ولد لم يضرُّهُ
“ Jika seorang dari
kalian berhubungan badan dengan istrinya ia membaca do’a : “ dengan Nama Alloh,
ya Alloh, jauhkanlah kami dari syaiton dan jauhkanlah syaiton atas anak yang
Engkau berikan kepada kami “ , maka di berikan anak di antara keduanya, niscaya syiton tidak bisa
mengganggunya selama – lamanya. (HR.Albukhari).“
Alangkah mudahnya
pengamalan do’a tersebut, namun alangkah besarnya pengaruh do’a tersebut,
karena Alloh menjaga anak kita dari serangan syaiton yang terkutuk.Namun betapa
banyak diantara kaum muslimin yang meremehkan perkara tersebut.
3.
Mendidik dan mengajar anak – anak diatas
bimbingan agama yang lurus
Diantara sarana memperbaiki keturunan
adalah mendidik dan mengajar mereka. Di saat kita membicarakan pengajaran anak,
tidak berarti cukup hanya memasukkan ke sekolah yang dianggap baik saja. Akan tetapi
di mana tugasmu, wahai para bapak dalam mengajar dan mendidik anak – anak kalian.
Siapa diantara kita yang menyempatkan
duduk bersama semua individu keluarganya, kendati hanya sekali seminggu ? Dia
duduk bersama semua anggota keluarganya belajar padanya. Sebagian membacakan
ayat dan sebagian membaca tafsirnya dan yang sebagian membacakan hadits shohih
dan menjelaskanya ! atau setiap orang silih berganti bercerita yang memberikan pelajaran atau persoalan
tertentu yang merupakan nasehat dan faedah. Mengarahkan dan mengajak anak –
anaknya untuk gemar duduk di majelis ilmu, memotivasi untuk memperbanyak
mempelajari ilmu agama yang syar’i.
4.
Memahami perkembangan berdasarkan tahapan usia
Diantara tahapan usia anak adalah :
ajaklah anak kita saat usia tujuh tahun untuk bermain, ajarilah akhlaq di usia
tujuh tahun mulai dari adab makan minum, tidur dll.Dimasa usia 7 thn hingga 12
thn adalah masa pendidikan, dan setelah itu temanilah anak – anak kita, jadikan
anak – anak kita sebagai teman atau sahabat. Perhatikanlah
kesulitan-kesulitanya, tujuanya,perhatikan pula tingkah lakunya dan akhlaqnya,
jadikan diri kita dalam memberikan pengarahan dan nasehat seperti seorang teman
yang bersama sahabatnya. Agar kita mendapatkan cintanya, maka mudahlah bagi
kita untuk meluruskannya dengan izin Alloh.
5.
Memilihkan teman yang sholih
Memilihkan temnan yang baik mampun
membantu anak kita atas kebaikan dan istiqomah. Sesungguhnya kita, wahai para
ayah yang baik..bilamana kita titipkan anak kita kepada teman duduk yang sholih
dan teman – teman majelis yang memberikan nasehat, maka ketika itu jadilah kita
sebagai orang yang tenang, hidup dengan damai. Anak kita akan terpengaruh
dengan kesholihan mereka, maka ia menjadi sholih dan dengan keistiqomahan
mereka dia menjadi istiqomah pula atas izin Alloh. Maka benarlah orang berkata
:
عنِ اْلمَرْءِ لاَ تَسَلْ فَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ * فَكُلُّ قَرِيْنٍ
بِالْمُقَارِنَ يَقْتَدِيْ
“ Tentang seseorang,
janganlah engkau bertanya (tentang dirinya) dan tanyakanlah teman – temanya.
Karena setiap teman mengikuti (tingkah laku ) teman-temanya.
Saya
katakan kepada hadirin semua sebagai penutup, sesungguhnya kewajiban memelihara
dan kewajiban seorang bapak adalah memelihara keluarganya dari api neraka, dan
yang menjadi penyebab memasuki neraka. Alloh subhanahu wata’ala berfirman :
يا يها الدين امنوا قواانفسكم واهليكم نارا وقودها الناسُ والحجارةُ
عليها ملئكةٌ غلاظٌ شدادٌ لاَّيَعْصُوْنَ اللهَ ما امرهم ويفعلون ما يُؤْمَرُوْنَ
“ Hai orang – orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu, penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak
mendurhakai Alloh terhadap apa yang di perintahkanya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang di perintahkan ( At Tahrim : 6).
Tidakkah
kita menjadi semangat saat kita mendengar kabar gembira dari seorang Rosul yang
mulia Muhammad solallohu ‘alaihi wassalam, Bahwa nanti di hari qiyamat seorang
hamba akan mendapatkan hadiah mahkota raja yang akan di kenakan di kepalanya
sedang mahkota tersebut sinarnya lebih terang dari sinarnya matahari, maka
hamba tersebut bertanya “ dari mana mahkota ini ? Maka Alloh menjawab itu
adalah hadiah / pemberian dari anakmu yang semasa di dunia anakmu adalah
seorang yang mahir dan banyak hafalan Alqur’anya dan mampu mengamalkan isi
Alqur’an tersebut. Maka berbahagialah dengan hadian tersebut…
Kita memohon kepada Alloh agar menolong
kita dalam mendidik anak – anak kita, semoga Dia memberikan kita istri – istri dan
keturunan yang menjadi penyejuk hati. Semoga rahmat dan kesejahteran tercurah
kepada Nabi Muhammad solallohu’alaihi wassalam, keluarga dan para sahabatnya
yang mulia. Aamiin..ya robbal ‘alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar